Langsung ke konten utama

PENGENALAN ALAT DAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM

Ekhem, permisi. Blog pertama saya kali ini, saya akan membahas tentang pengenalan alat dan keselamatan kerja di Laboratorium Mikrobiologi. 

Tanpa perlu basa-basi lagi, saya akan mengenalkan kepada kalian instrumen, alat, jenis media, serta bahan kimia yang digunakan di Laboratorium Mikrobiologi. 

Pertama-tama saya akan mengenalkan kepada kalian instrumen-instrumen yang digunakan di Laboratorium Mikrobiologi, yaitu:

1. Autoklaf
    Autofklaf berfungsi untuk mensterilkan basah alat dan bahan-bahan yang membutuhkan steril basah dalam penanganannya.

2. Inkubator 
    Inkubator berfungsi untuk memanaskan bahan-bahan kimia , sample serta zat-zat pada suhu tertentu atau inkubasi pada suhu tertentu.

3. Laminar air flow
     Laminar air flow berfungsi untuk kultur sel maupun jaringan yang dilakukan secara steril dan aseptis dan untuk preparasi sampel yang membutuhkan kondisi steril dan aseptis.

4. Mikroskop
    Mikroskop berfungsi untuk mengamati pertumbuhan kultur sel dan jaringan. 

5. pH meter
     pH meter berfungsi untuk mengukur tingkat keasaman suatu larutan.

6. Timbangan Analitik
   Timbangan Analitik berfungsi sebagai alat untuk menimbang dan sebagai alat untuk mengukur berat.

 7. Waterbath
     Waterbath berfungsi untuk memanaskan bahan-bahan kimia, sample serta zat-zat pada suhu tertentu atau inkubasi pada suhu tertentu.

8.  Waterbath Shaker
     Waterbath Shaker berfungsi untuk memanaskan dan menghomogenkan larutan.

9. Shaker
    Shaker berfungsi untuk memelihara atau menginkubasi biakan mikroorganisme pada suhu optimum dengan pengocokan dan menciptakan larutan yang bersifat homogen.

10. Vorteks
    Vorteks berfungsi untuk menciptakan kondisi homogen pada larutan. dan hanya bisa digunakan menggunakan tabung reaksi.  

11.  Microwave
    Microwave berfungsi untuk memanaskan bahan, menciptakan kondisi steril. Mampu homogenkan larutan.

12. Hot plate 
       Hot plate berfungsi menghomogenkan suatu larutan dengan metode pengadukan. 

13. Desikator 
    Desikator berfungsi sebagai tempat penyimpanan alat-alat laboratorium yang telah disterilisasi seblumnya agar alat tersebut bebas dari uap air.\

14. Fermentor
       Fermentor berfungsi untuk memproduksi senyawa pada mikroba melalui proses fermentasi.

15. Refrigerator
      Refrigerator berfungsi untuk menyimpan bahan-bahan seperti reagen, enzim, dan larutan tertentu yang mudah rusak jika tidak disimpan pada suhu yang rendah.

   Nah, sekarang saya akan mengenalkan kepada kalian fungsi dari masing-masing alat yang digunakan di Laboratorium Mikrobiologi:

1. Batang pengaduk berfungsi untuk mengaduk cairan ataupun larutan.

2. Hockey stick berfungsi untuk menyebarkan cairan secara merata.

3.  Kaca preparat berfungsi sebagai tempat media mikroorganisme yang dilihat menggunakan mikroskop.

4. Gelas objektif berfungsi untuk menutup cairan mikroorganime agar udara tidak masuk saat dilihat di mikroskop.

5. Bulb berfungsi untuk menyedot larutan yang dapat dipasang pada pangkal pipet ukur.

6. Pipet volume berfungsi untuk memindahklan cairan ataupun larutan dengan volume yang sudah di ketahui.

7. Pipet tetes berfungsi untuk memindahklan cairan ataupun larutan dengan volume yang tidak di ketahui.

8. Erlenmeyer berfungsi untuk menampug larutan, memanaskan, menghomogenkan, dan meracik larutan.

9. Tabung reaksi berfungsi untuk uji kimiawi dan menumbuhkan mikroba. 

10. Jarum Ose Bulat berfungsi untuk memindahkan  biakan yang ditanam ke media baru, cocok untuk melakukan metode goresan di media agar tegak.

11. Jarum Ose Lurus berfungsi untuk memindahkan biakan yang ditanam ke media baru, cocok untuk melakukan metode goresan di  media agar miring.

12. Cawan petri berfungsi untuk mengkultur bakteri, khamir, spora dan untuk penyelidikan tropi. 

13. Gelas Ukur berfungsi untuk menampung larutan, mengaduk larutan, mencampurkan larutan, dan memanaskan larutan. 

 14. Bunsen berfungsi untuk menciptakan kondisi yang steril.
 
    Nah, yang ketiga saya akan mengenalkan kepada kalian jenis media apa saja yang digunakan di Laboratorium Mikrobiologi:

1. Media Sintetis terbagi atas 4, yaitu:
    a) Media PDA (Potato Dextrose Agar) berfungsi untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi  mikroorganisme kapang dan khamir dan juga digunakan untuk enumerasi dalam suatu sampel atau produk makanan.
   b)  Media PCA (Plate Count Agar) berfungsi untuk menghitung jumlah mikroorganisme yang biasanya pada sample makanan di uji menggunakan media agar PCA dan digunakan sebagai medium inokulasi diatas permukaan pada mikroba aerobik.
    c) Media NA (Nutrient Agar) berfungsi untuk pertumbuhan mikroorganisme yang tidak selektif seperti mikroorganisme heterotrof (bakteri) dan untuk mengisolasi mikroorganisme dalam kultur murni.
    d) YEA (Yeast Extract Agar) berfungsi untuk menumbuhkanatau mengembangbiakan mikroorganisme khamir dan kapang.

2. Media  Semi Sintetis terbagi atas 2, yaitu:
    a) Kentang Agar berfungsi untuk menumbuhkan mikroorganisme kapang dan khamir. 
    b) Tauge Agar berfungsi untuk menumbuhkan mikroorganisme kapang dan khamir.

 3. Media Alami, yaitu:
     a) Tanah berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran tanaman, penyedia kebutuhan primer dan sekunder tanaman. 
 
Nah, yang terakhir saya kan mengenalkan kepada kalian fungsi dari bahan kimia      yang digunakan di Laboratorium Mikrobiologi:
  
1. Larutan fisiologis digunakan dalam melakukan pengenceran untuk memperoleh jumlah mikroba agar dapat dihitung, dan juga untuk menjaga keseimbangan ion mikroba atau menjaga tekanan osmosis.

2. Safranin digunakan untuk mewarnai kembali sel-sel yang telah kehilangan pewarna utama setelah perlakuan dengan alkohol.

3. Iodine digunakan untuk mengfiksasikan pewarna primer yang diserap mikroorganisme, pemberian iodin dimaksudkan untuk memperkuat pengikatan warna oleh bakteri.

4. Kristal violet digunakan sebagai pewarna primer yang akan memberi warna mikroorganisme dengan begitu sel mikroorganisme yang transparan akan terlihat berwarna ungu.

5. Aquades digunakan dalam suatu pembuatan media untuk melarutkan larutan atau bahan yang akan digunakan, dan digunakan juga oleh mikroorganisme untuk  bertahan hidup.

Oke, sekian dan terima kasih! Dan semoga bermanfaat. :)


Komentar

Unknown mengatakan…
informasinya bermanfaat
Unknown mengatakan…
sdh bagus... lebih bagus lagi klu ditambah gambar min
Unknown mengatakan…
kurang jelas, tambahkan gambar alatnya

Postingan populer dari blog ini

IDENTIFIKASI MIKROBA: METODE PEWARNAAN GRAM

Berikut ini adalah artikel keenam saya, dan kali ini saya akan membahas tentang identifikasi mikroba: metode pewarnaan gram.  Apasih pewarnaan gram itu?     Pewarnaan gram atau metode gram adalah suatu metode empiris untuk membedakan spesies bakteri mejadi dua kelompok besar, yaitu gram positif dan gram negatif, berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. Proses ini melakukan olesan bakteri yang sudah terfiksasi di kenai larutan-larutan berikut zat pewaraan Kristal violet, larutan yodium, larutan alkohol (bahan pemucat) dan zat pewarnaan tandinganya berupa zat warna safranin atau air fucshin. Metode ini di beri nama berdasarkan penemunya, ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853-1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk  membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiela, pneumonia. Bakteri yang telah diwarnai dengan metode ini  dibagi menjadi dua kelompok yaitu, bakteri gram positf dan bakteri gram negatif. Bakteri G...

ENUMERASI MIKROBA

Berikut adalah artikel keempat saya. Artikel keempat saya ini akan membahas enumerasi mikroba. CEKIDDDOOOT! Apasih  enumerasi mikroba itu? Enumerasi mikroba adalah suatu teknik yang digunakan untuk menghitung jumla h mikroorganisme dalam suatu bahan atau sampel. Terdapat dua cara yang b iasa di lakukan un tuk mengh itung jumlah mikroorganisme , yai tu dengan cara la ngsung d an dengan cara tidak lan gsung.  Perbedaan perhitungan secara langsun g dan ti dak langs ung it u apasih? Perhitungan secara langsung itu adalah perhitungan secara total terhadap jumlah sel mikroba dalam suatu sampel secara mikroskopik. Maksudnya disini adalah pada teknik ini cara penggunaannya ialah dengan menghitung seluruh jumlah koloni pada media tersebut, baik yang sudah mati ataupun yang masih hidup. Pada pehitungan secara langsung ini dapat dilakukan dengan dua met ode, yaitu metode perhitungan dengan kamar hitung ( Counting chamber ) dan perhitungan dengan preparat olesan ( Sm...